<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fatwa Kontemporer</title>
	<atom:link href="http://fatawa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fatawa.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan Fatwa-Fatwa Ulama Muslim</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Mar 2011 06:58:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fatawa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fatwa Kontemporer</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fatawa.wordpress.com/osd.xml" title="Fatwa Kontemporer" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fatawa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Memakan Daging Katak dan Ular, Halalkah?</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/memakan-daging-katak-dan-ular-halalkah/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/memakan-daging-katak-dan-ular-halalkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 17:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/memakan-daging-katak-dan-ular-halalkah/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Bolehkah makan daging Katak? Atau menyantap daging Ular? Walaupun mungkin terasa lezat dilidah, jangan lantas menyantapnya. Teliti dulu, boleh atau tidak dikonsumsi!. Dalam Islam, ada binatang yang diperintahkan dan dilarang dibunuh. Dan perintah itu berhubungan dengan kebolehan menyantap dagingnya. Yang Dilarang dan Diperintahkan Dibunuh Ada beberapa jenis binatang yang dilarang dalam Islam untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=49&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Bolehkah makan daging Katak? Atau menyantap daging Ular? Walaupun mungkin terasa lezat dilidah, jangan lantas menyantapnya. Teliti dulu, boleh atau tidak dikonsumsi!. Dalam Islam, ada binatang yang diperintahkan dan dilarang dibunuh. Dan perintah itu berhubungan dengan kebolehan menyantap dagingnya.<span id="more-49"></span></p>
<p align="justify"><strong>Yang Dilarang dan Diperintahkan Dibunuh</strong><br />
Ada beberapa jenis binatang yang dilarang dalam Islam untuk dibunuh, seperti semut, lebah, burung Pelatuk (Hud-Hud), burung Shurad dan Katak. Sebagaimana dalam hadits dari Ibnu Abbas beliau berkata, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya Nabi melarang membunuh empat hewan yaitu semut, lebah, burung Hud-Hud dan burung Shurad</em>&#8220;<em> </em>(HR:  Ahmad dengan sanad yang shahih)</p>
<p>Dan Dari Abdurrahman bin Utsman bahwasanya seorang tabib bertanya kepada Nabi tentang katak yang dijadikan obat, lalu beliau melarang membunuhnya.<em> </em>(HR: Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)</p>
<p>Demikian juga ada beberapa hewan yang diperintahkan dibunuh seperti Tikus, Ular, Kala jengking, Srigala, Rajawali, Gagak dan Cicak, sebagaimana ada dalam hadits, yang artinya: <em>&#8220;Dari A’isyah beliau berkata, Rasululloh bersabda; Lima dari binatang semuanya jelek dan merusak dibunuh di luar tanah haram (tanah suci) dan di tanah suci, yaitu Gagak, Rajawali ,Kalajengking, Tikus, dan Srigala&#8221; </em>(Muttafaqun ‘Alaihi)</p>
<p>Sesungguhnya nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Lima binatang jelek dan merusak, boleh dibunuh diluar tanah haram (tanah suci) dan di tanah suci, yaitu Ular, Gagak yang ada warna putih di perut atau punggung, Tikus, Srigala, dan Rajawali&#8221; </em>(HR: Muslim)</p>
<p>Dari Ummu Syariek bahwa Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>memerintahkan membunuh Cicak. (HR: Al-Bukhari)</p>
<p>Dari A’isyah beliau berkata:<em> &#8220;Sesungguhnya Rasululloh menceritakan kepada kami bahwa Nabi Ibrahim ketika dilemparkan kedalam api, tidak ada seekor hewan pun kecuali memadamkan api dari beliau kecuali Cicak. Reptil ini malah meniupkan api kepada beliau, sehingga Rasulullah memerintahkan untuk membunuhnya&#8221;</em> (HR: Ahmad dan An-Nasa’i)</p>
<p><strong>Hukum Makan Dagingnya<br />
</strong>Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memakan hewan-hewan tersebut yang terbagi dalam 2 pendapat, yaitu:</p>
<p><strong>Pertama: </strong>Larangan dan perintah membunuh tersebut menunjukkan larangan memakannya.<br />
Karena dengan perintah membunuhnya-padahal beliau melarang membunuh hewan yang halal tanpa tujuan untuk dimakan-menunjukkan pengharamannya. Dapat difahami bahwa semua yang diperbolehkan membunuhnya tanpa sembelihan syar’i adalah diharamkan mengonsumsinya, sebab bila diperbolehkan, tentulah Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>tidak membolehkan membunuhnya. Berdasarkan hal ini, diharamkan memakan seluruh hewan yang ada perintah atau larangan membunuhnya. Imam Al-Khathabi ketika menjelaskan keharaman membunuh Katak (Kodok) menyatakan: &#8220;Dalam hadits ini ada penunjukkan pengharaman makan Katak dan ia tidak masuk dalam binatang air yang dihalalkan. Semua hewan yang tidak boleh dibunuh, alasannya karena salah satu dari dua hal yaitu kesucian pada dirinya, seperti Manusia. Yang kedua karena pengharaman dagingnya seperti burung Hud-Hud, Shurad, dan sejenisnya. Apabila Katak tidak diharamkan dengan alasan pertama, maka tentu larangan itu kembali ke sebab yang lain. Rasulullah melarang menyembelih hewan kecuali untuk dimakan&#8221;. (lihat kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Daud).</p>
<p>Di antara ulama sekarang yang menguatkankan pendapat ini adalah Syeikh Abdullah bin Abdurahman Ali Basam dalam kitab <em>Taudhih Al-Ahkaam Syarah Bulugh Al-Maraam</em>, beliau menyatakan: &#8220;Diantara ketentuan dan kaidah mengenal hewan dan burung yang haram dimakan dagingnya adalah perintah syariat untuk membunuhnya.&#8221;</p>
<p><strong>Kedua: </strong>Perintah membunuh hewan atau larangan membunuhnya tidak mesti menunjukkan pengharamannya.<br />
Kemungkinan Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>melarangnya karena hewan itu menyerang dan mengganggu manusia. Sebaliknya, beliau melarang membunuhnya karena hewan tersebut tidak mengganggu manusia. Di antara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah Syeikh Shalih Al-Fauzan. Beliau menyatakan: &#8220;Yang kuat menurut saya adalah pendapat ini, karena pada asalnya penghalalan dan pengharaman hanya ada apabila ada dalil yang memindahkan dari hukum asal. Oleh sebab itu, yang tidak ada dalil shahih (yang memindahkan hukum tersebut), hukumnya adalah kehalalan jenis hewan ini (boleh dimakan). Sedangkan pendalilan tentang keharaman jenis hewan karena perintah membunuhnya, tidak menunjukkan pengharaman. <em>Wallahu A’lam.&#8221;</em></p>
<p>Namun perlu diketahui bahwa di antara hewan-hewan yang disebutkan tadi, ada yang dilarang dengan sebab lain. Seperti binatang buas bertaring dan burung berkuku mencengkram seperti Srigala, Rajawali, Gagak, sehinga tidak dijadikan alasan penghalalannya. Demikianlah pendapat para ulama sekitar permasalahan ini, mudah-mudahan dapat menambah wawasan dan ilmu kita.</p>
<p>(Sumber Rujukan: kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Daud, Info Halal, Mukhtasar Sahih Muslim, Taudhih Al-Ahkaam Syarah Bulugh Al-Maraam)<br />
ID Pengirim <strong>Abu Abbas </strong>melalui email</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=49&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/memakan-daging-katak-dan-ular-halalkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mushhaf al-Qur&#8217;an Yang Sudah Rusak</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/mushhaf-al-quran-yang-sudah-rusak-2/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/mushhaf-al-quran-yang-sudah-rusak-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 16:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/mushhaf-al-quran-yang-sudah-rusak-2/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Apabila lembaran-lembaran tulisan al-Qur&#8217;an sudah rusak dan sobek karena sering dibaca, atau sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi atau ada tulisan yang salah dan tidak dapat diperbaiki, maka boleh dipendam tanpa dibakar dan boleh juga dibakar terlebih dahulu kemudian dipendam ditempat yang jauh dari kotoran dan pijakan kaki manusia untuk menjaga lembaran tulisan al-Qur&#8217;an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=48&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Apabila lembaran-lembaran tulisan al-Qur&#8217;an sudah rusak dan sobek karena sering dibaca, atau sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi atau ada tulisan yang salah dan tidak dapat diperbaiki, maka boleh dipendam tanpa dibakar dan boleh juga dibakar terlebih dahulu kemudian dipendam ditempat yang jauh dari kotoran dan pijakan kaki manusia untuk menjaga lembaran tulisan al-Qur&#8217;an tersebut dari pembuangan begitu saja dan agar tidak terjadi perubahan atau perselisihan dengan tersebarnya mushhaf yang ada kesalahan dalam penulisannya atau pencetakkannya.<span id="more-48"></span></p>
<p align="justify">Berdasarkan apa yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam bab Pengumpulkan al-Qur&#8217;an bahwa Utsman bin Affan <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> memerintahkan empat orang dari para shahabat yang terbaik hapalan dan bacaan al-Qur&#8217;an-nya memindahkan kumpulan-kumpulan al-Qur&#8217;an yang dikumpulkan berdasarkan perintah Abu Bakar <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> dan ketika mereka telah selesai memindahkannya, Utsman mengirimkan mushhaf tersebut keseluruh kota-kota Islam dan memerintahkan untuk membakar mushhaf-mushhaf selain mushhaf yang dikirim olehnya dan tidak ada dari para shahabat yang mengingkari pembakaran tersebut kecuali apa yang diriwayatkan bahwa Ibnu Mas&#8217;ud <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>  tidak menyetujui mewajibkan kaum muslimin untuk hanya menggunakan mushhaf yang dikirim oleh Utsman <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> dan dia tidak mengingkari pembakaran mushhaf.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Fatwa Lajnah Daimah, Jilid IV hal. 100.)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=48&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/mushhaf-al-quran-yang-sudah-rusak-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Zakat Perhiasan</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/hukum-zakat-perhiasan/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/hukum-zakat-perhiasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 13:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/hukum-zakat-perhiasan/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Apa hukum Islam tentang perhiasan, apakah wajib dizakati ? Ataukah untuk kehati-hatian lebih baik menzakatinya? Mengenai masalah ini adalah masalah khilafiyah, yakni ada perbedaan di antara ulama antara ada atau tidaknya kewajiban dalam hal ini. Namun hendaknya pembaca MediaMuslim.Info menyimak sampai tuntas tentang perkara ini agar memberikan informasi atau petunjuk yang lebih kuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=47&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Apa hukum Islam tentang perhiasan, apakah wajib dizakati ? Ataukah untuk kehati-hatian lebih baik menzakatinya? Mengenai masalah ini adalah masalah khilafiyah, yakni ada perbedaan di antara ulama antara ada atau tidaknya kewajiban dalam hal ini. Namun hendaknya pembaca MediaMuslim.Info menyimak sampai tuntas tentang perkara ini agar memberikan informasi atau petunjuk yang lebih kuat bagi kita semua.<span id="more-47"></span></p>
<p align="justify">Sebagian ulama mengatakan tidak ada kewajiban zakat pada perhiasan wanita yang diproyeksikan untuk digunakan, karena perhiasan itu termasuk dalam kategori pakaian yang dibutuhkan dan termasuk kebutuhan untuk dipakai, maka tidak ada zakat pada perhiasan wanita. Para ulama yang berpendapat seperti ini adalah: Imam Ahmad, Imam Asy-Syafi&#8217;i, Imam Malik, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnu Al-Qayyim serta banyak ulama lainnya.</p>
<p>Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa diwajibkan zakat pada perhiasan wanita berdasarkan dalil-dalil yang mereka sebutkan dalam masalah ini, diantaranya adalah Madzhab Abu Hanifah serta beberapa ulama lainnya.</p>
<p><strong>Yang jelas, barangsiapa yang ingin berhati-hati dan ingin berzakat dari perhiasannya maka hal itu adalah sesuatu yang baik.</strong> Dan mereka yang mengatakan, bahwa tidak ada zakat pada perhiasan wanita, mereka berdalih dengan hadits-hadits yang diperdebatkan.</p>
<p>(Sumber: Al-Fatawa Al-Jami&#8217;ah Lil Mar&#8217;atil Muslimah)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=47&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/hukum-zakat-perhiasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Nabi Khidir &#8216;Alaihissalam Masih Hidup?</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/apakah-nabi-khidir-alaihissalam-masih-hidup/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/apakah-nabi-khidir-alaihissalam-masih-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 09:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/apakah-nabi-khidir-alaihissalam-masih-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Masih terdapat sebagian orang yang berkeyakinan bahwa Nabi Khidir sahib Nabi Musa &#8216;alaihimassalam masih hidup dan mendapatkan rezeki sampai sekarang, dan bahwa dia selalu mengelilingi dunia, dan bahwa dia dapat merubah bentuk dengan bentuk-bentuk yang bermacam-macam, dan mereka berkeyakinan bahwa dia tidak mempunyai bayangan dan dia bersama Nabi Ilyas &#8216;alaihissalam. Orang awam berkeyakinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=46&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Masih terdapat sebagian orang yang berkeyakinan bahwa Nabi Khidir sahib Nabi Musa <em>&#8216;alaihimassalam</em> masih hidup dan mendapatkan rezeki sampai sekarang, dan bahwa dia selalu mengelilingi dunia, dan bahwa dia dapat merubah bentuk dengan bentuk-bentuk yang bermacam-macam, dan mereka berkeyakinan bahwa dia tidak mempunyai bayangan dan dia bersama Nabi Ilyas <em>&#8216;alaihissalam.</em><span id="more-46"></span></p>
<p align="justify">Orang awam berkeyakinan bahwa jika Nabi Khidir mengunjungi mereka dan mendo&#8217;akan mereka, maka mereka akan segera menjadi kaya dalam sekejap mata jika tadinya miskin, dan jika dia marah kepada mereka, maka mereka akan menjadi miskin jika mereka kaya, dan sakit jika mereka sehat, dan mereka berkeyakinan bahwa Nabi Khidir datang dalam rupa peminta-minta dan rupa orang sakit yang mengalir nanah dari badannya, dan jika shahibul bait yang didatangi itu mengusirnya, maka ini adalah petunjuk bahwa atas kesengsaraan dan kenahasan mereka, dan apabila mereka menerimanya dengan lapang dada dan mengobatinya, maka dia akan tersembunyi tanpa menghilangkan bekas, dan ini adalah petunjuk atas kebahagiaan mereka.</p>
<p><strong><em>Apakah Nabi Khidir yang hidup di zaman Nabi Musa &#8216;alaihimassalam masih hidup dan mendapatkan rezeki sampai sekarang?</em></strong></p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasan yang merupakan fatwa dari para ulama yang sholeh berikut ini.</p>
<p>Segala puji bagi Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>dan shalawat serta salam atas Rasul-Nya <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Khidir adalah seorang nabi dari nabi-nabi Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, dan pendapat yang benar adalah bahwa Nabi Khidir <em>&#8216;alaihissalam </em><strong>telah mati</strong> sebagaimana manusia lainnya, maka dia tidak dapat mengelilingi dunia, dan dia tidak berubah-rubah bentuk dan rupa, dan dia bukanlah sebab kaya atau miskinnya seseorang, dan telah dikeluarkan fatwa sebagai berikut; yang benar dari dua pendapat ulama adalah pendapat Jumhur yang mengatakan bahwa Nabi Khidir<em> &#8216;alaihissalam</em> telah meninggal berdasarkan firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad)&#8221;</em> (QS: Al Anbiyaa&#8217;: 34)</p>
<p>Dan berdasarkan hadits yang shahih dari Ibnu Umar dari Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em>, Ibnu Umar berkata Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> shalat isya&#8217; mengimami kami pada suatu malam pada akhir hayatnya dan ketika selesai shalat beliau<em> shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> berdiri dan berkata, yang artinya:<em> &#8220;Terangkanlah kepadaku malam kalian ini, sesungguhnya di akhir 100 tahun ini tidak ada orang-orang yang hidup saat ini yang masih hidup (pada akhir seratus tahun itu)&#8221;</em>. Ibnu Umar berkata; maka para sahabat salah pada apa yang mereka bicarakan tentang perkataan Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> 100 tahun, maka Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Tidak akan hidup orang yang hidup di muka bumi sekarang (maksudnya adalah setelah habisnya abad ini)&#8221;</em> (HR: Muslim)</p>
<p>Kemudian asal yang sering terjadi dalam sunatullah adalah anak adam pasti akan mati, maka kita harus mengikuti asal tersebut sehingga kita mendapatkan dalil yang merubahnya dan tidak shahih keberadaan dalil yang menunjukkan pengecualian terhadap Nabi Khidir <em>&#8216;alaihissalam</em>.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Fatwa Lajnah Daimah, Ketua Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Wakil ketua Syaikh Abdur Razzaq Afifi, Anggota Syaikh Abdullah bin Ghadyan dan Syaikh Abdullah bin Qo&#8217;ud.jilid III hal. 210)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=46&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/apakah-nabi-khidir-alaihissalam-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mengolok-olok Orang Yang Teguh Dalam Syariat Islam</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/hukum-mengolok-olok-orang-yang-teguh-dalam-syariat-islam/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/hukum-mengolok-olok-orang-yang-teguh-dalam-syariat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 08:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/hukum-mengolok-olok-orang-yang-teguh-dalam-syariat-islam/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan Rasul-Nya disebabkan karena mereka itu berpegang teguh (konsisten) dengan perintah itu, hukumnya haram, dan berbahaya sekali terhadap dirinya. Karena dikhawatirkan kebenciannya terhadap mereka itu disebabkan kebenciannya terhadap kondisi mereka yang berpegang teguh dengan ajaran agama Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala, di saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=45&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span>Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>dan Rasul-Nya disebabkan karena mereka itu berpegang teguh (konsisten) dengan perintah itu, hukumnya haram, dan berbahaya sekali terhadap dirinya. Karena dikhawatirkan kebenciannya terhadap mereka itu disebabkan kebenciannya terhadap kondisi mereka yang berpegang teguh dengan ajaran agama Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, di saat itu, pengolok-olokannya terhadap mereka menjadi pengolok-olokan terhadap jalan yang mereka tempuh (ajaran yang mereka pegang).<span id="more-45"></span></p>
<p align="justify">Mereka menyerupai orang yang telah dikatakan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>tentang mereka, yang artinya: <em>&#8220;Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja&#8221;. Katakanlah: &#8220;Apakah dengan Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?&#8221; Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman&#8221;.</em> (QS: At-Taubah: 65-66).</p>
<p>Sesungguhnya ayat ini turun kepada satu kaum dari orang-orang munafik yang mereka berkata: &#8220;Kami tidak melihat mereka ini seperti qari (pembaca-pembaca) kami -yang mereka maksudkan adalah Rasululloh <em>shallAllohu `alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya- yang lebih suka makan, yang lebih pendusta lidahnya, dan yang lebih penakut dihadapan musuh. Lalu Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>menurunkan ayat ini terhadap diri mereka. Berhati-hatilah orang yang mengolok-olok penegak kebenaran, dikarenakan mereka itu dari penegak agama. Sesungguhnya Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>telah berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: &#8220;Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat&#8221;. Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.&#8221;</em> (QS: Al-Muthaffifiin : 29-36).</p>
<p>(Sumber Rujukan: Asilah Muhimmah, Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=45&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/hukum-mengolok-olok-orang-yang-teguh-dalam-syariat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melafadzkan Niat?</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/melafadzkan-niat/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/melafadzkan-niat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 08:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/melafadzkan-niat/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Umumnya masyarakat kita masih memiliki pemahaman yang tidak tepat mengenai BERNIAT dalam setiap ibadah dalam syariat Islam ini. Selalu saja setiap akan melaksanakan sholat membaca niatnya dengan bacaan-bacaan khusus yang tidak pernah ditemukan lafaz-lafaz tersebut dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Fenomena ini mungkin karena kurangnya keinginan untuk mencari Ilmu atau kurangnya pemahaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=44&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Umumnya masyarakat kita masih memiliki pemahaman yang tidak tepat mengenai BERNIAT dalam setiap ibadah dalam syariat Islam ini. Selalu saja setiap akan melaksanakan sholat membaca niatnya dengan bacaan-bacaan khusus yang tidak pernah ditemukan lafaz-lafaz tersebut dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Fenomena ini mungkin karena kurangnya keinginan untuk mencari Ilmu atau kurangnya pemahaman bahwa dalam agama ini sebelum beramal atau beribadah haruslah dilandasi Ilmu yang shohih terlebih dahulu, karena itu mari kita simak fatwa berikut ini.<span id="more-44"></span></p>
<p align="justify">Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahulloh menasehati bahwa: Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bila berdiri untuk shalat, beliau langsung mengucapkan takbiratul ihram dan <em><strong>tidak mengucapkan apapun sebelumnya, juga tidak melafadzkan niat sama sekali.</strong></em> <em><strong>Beliau juga tidak mengatakan: “Usholli lillahi sholata kadza mustaqbilal qiblati arba’a roka’aat imaaman aw ma’muuman.”</strong></em> (Aku tunaikan untuk Allah shalat ini dengan menghadap kiblat empat rakaat sebagai imam atau makmum.</p>
<p>Demikian pula ucapan “adaa’an” atau “qodho’an” ataupun “fardhal waqti”. <strong>Melafadzkan niat ini termasuk perbuatan yang diada-adakan dalam agama (bid’ah).</strong> Tidak ada seorang pun yang menukilkan hal tersebut dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> baik dengan sanad yang shahih, dha’if, musnad (bersambung sanadnya) ataupun mursal (terputus sanadnya). Bahkan tidak ada nukilan dari para sahabat. Begitu pula tidak ada salah seorang pun dari kalangan tabi’in maupun imam yang empat yang menganggap baik hal ini.</p>
<p>Hanya saja sebagian <em>muta`akhirin</em> (orang-orang sekarang) <em><strong>keliru dalam memahami ucapan Imam Syafi’i</strong></em> &#8211; semoga Alloh merahmatinya &#8211; tentang shalat. Beliau mengatakan: “Shalat itu tidak seperti zakat. Tidak boleh seorang pun memasuki shalat ini kecuali dengan dzikir.”<strong> Mereka menyangka bahwa dzikir yang dimaksud adalah ucapan niat seorang yang shalot. Padahal yang dimaksudkan Imam Syafi’i &#8211; semoga Alloh merahmatinya &#8211; dengan dzikir ini tidak lain adalah takbiratul ihram. </strong></p>
<p>Bagaimana mungkin Imam Syafi’i menyukai perkara yang tidak dilakukan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam satu sholat pun, begitu pula oleh para khalifah beliau dan para sahabat yang lain. Inilah petunjuk dan jalan hidup mereka. Kalau ada seseorang yang bisa menunjukkan kepada kita satu huruf dari mereka tentang perkara ini, maka kita akan menerimanya dan menyambutnya dengan ketundukan dan penerimaan. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna daripada petunjuk mereka, dan tidak ada sunnah kecuali yang diambil dari pembawa syari’at <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
<p>(Sumber Rujukan: Zaadul Ma’ad: 1/201).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=44&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/melafadzkan-niat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Islam Terhadap Rokok</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/sikap-islam-terhadap-rokok/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/sikap-islam-terhadap-rokok/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 03:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/sikap-islam-terhadap-rokok/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam membersihkan manusia dari kesyirikan dan kehinaan kepada selain Alloh dan memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta memohon kepada-Nya dengan penuh harap dan takut. Dia juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan maksiat dan perbuatan dosa, maka dia melarang manusia atas setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=43&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Rasululloh <em>Shalallahu ‘alaihi wassalam</em> membersihkan manusia dari kesyirikan dan kehinaan kepada selain Alloh dan memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta memohon kepada-Nya dengan penuh harap dan takut. Dia juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan maksiat dan perbuatan dosa, maka dia melarang manusia atas setiap perbuatan keji dan buruk yang dapat merusak hati seorang hamba dan mematikan cahayanya dan agar menghiasinya dengan akhlak mulia dan budi perkerti luhur serta pergaulan yang baik untuk membentuk pribadi muslim yang sempurna. Maka dari itu dia menghalalkan setiap sesuatu yang baik dan mengharamkan setiap yang keji, baik makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan lainnya. Termasuk yang diharamkan karena dapat menghilangkan kesucian adalah merokok.<span id="more-43"></span></p>
<p align="justify">Merokok diharamkan karena berbahaya bagi fisik dan mendatangkan bau yang tidak sedap, sedangkan Islam adalah (agama) yang baik, tidak memerintahkan kecuali yang baik. Seyogyanya bagi seorang muslim untuk menjadi orang yang baik, karena sesuatu yang baik hanya layak untuk orang yang baik, dan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>adalah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik.</p>
<p><strong>Merokok hukumnya haram, begitu juga memperdagangkannya.<br />
</strong>Karena didalamnya terdapat sesuatu yang membahayakan, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits, yang artinya: <em>“Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan”</em> (HR: Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan Atturmuzi)</p>
<p>Demikian juga (rokok diharamkan) karena termasuk sesuatu yang buruk (khabaits), sedangkan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>(ketika menerangkan sifat nabi-Nya <em>Shalallahu ‘alaihi was salam</em>) berfirman, yang artinya: <em>“…dia menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan yang buruk“ </em>(QS: Al A’raf: 157)</p>
<p>Firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Jangan kalian bunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Alloh maha penyayang terhadap diri kalian “</em> (QS: An-Nisa: 29) dan <em>“Jangan kalian lemparkan diri kalian dalam kehancuran” </em>(QS: Al-Baqarah: 195)</p>
<p>Dunia kedokteran telah membuktikan bahwa mengkonsumsi barang ini dapat membahayakan, jika membahayakan maka hukumnya haram. Dalil lainnya adalah firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Alloh sebagai pokok kehidupan..”</em> (QS: An Nisa:5)</p>
<p>Kita dilarang menyerahkan harta kita kepada mereka yang tidak sempurna akalnya karena pemborosan yang mereka lakukan. Tidak diragukan lagi bahwa mengeluarkan harta untuk membeli rokok atau syisyah merupakan pemborosan dan merusak bagi dirinya, maka berdasarkan ayat ini hal tersebut dilarang.</p>
<p>Sunnah Rasululloh <em>Shalallahu ‘alaihi was salam</em> juga menunjukkan pelarangan terhadap pengeluaran harta yang sia-sia, dan mengeluarkan harta untuk hal ini (rokok dan syisyah) termasuk menyia-nyiakan harta.</p>
<p>Jika seseorang hendak mengeluarkan hartanya untuk pergi haji atau menginfakkannya pada jalan kebaikan, maka dia harus berusaha membersihkan hartanya untuk dia keluarkan untuk beribadah haji atau diinfakkan kepada jalan kebaikan, berdasarkan umumnya firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Alloh) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata darinya“</em> (QS: Al Baqarah: 267)</p>
<p>Rasululloh <em>Shalallahu ‘alaihi wassalam</em> bersabda, yang artinya: <em>“Sesungguhnya Alloh Maha Baik, tidak akan menerima kecuali yang baik “</em>(Al Hadits)</p>
<p>(Sumber Rujukan: عفواً ممنوع التدخين Maaf, dilarang MEROKOK oleh Thalal bin Sa’ad Al ‘Utaibi [yang mengkutip Fatwa-Fatwa ulama mengenai Pelarangan Merokok dan Memperdagangkannya], dengan  perubahan yang diperlukan)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=43&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/sikap-islam-terhadap-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghadiahkan Bacaan Al-Qur&#8217;an Kepada Orang Mati (Mayyit)</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/menghadiahkan-bacaan-al-quran-kepada-orang-mati-mayyit/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/menghadiahkan-bacaan-al-quran-kepada-orang-mati-mayyit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 03:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/menghadiahkan-bacaan-al-quran-kepada-orang-mati-mayyit/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Suatu hal yang wajar bahkan merupakan perbuatan mulia bagi kita untuk mengharapkan keselamatan dan kebahagian bagi keluarga atau karib kerabat ataupun orang yang kita kenal dan cintai untuk mendapatkan keselamatan bukan hanya didunia namun juga ketika berada di akhirat. Dengan harapan demikian, terdapat sebagian kaum Muslimin yang melaksanakan berbagai ritual  dengan niat untuk memberikan kebaikan bagi orang yang telah meninggal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=42&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=428&amp;Itemid=16">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Suatu hal yang wajar bahkan merupakan perbuatan mulia bagi kita untuk mengharapkan keselamatan dan kebahagian bagi keluarga atau karib kerabat ataupun orang yang kita kenal dan cintai untuk mendapatkan keselamatan bukan hanya didunia namun juga ketika berada di akhirat. Dengan harapan demikian, terdapat sebagian kaum Muslimin yang melaksanakan berbagai ritual  dengan niat untuk memberikan kebaikan bagi orang yang telah meninggal, salah satunya adalah menghadiakan bacaan Al-Qur&#8217;an kepada orang yang telah meninggal tersebut. Namun, <strong>apakah pahala membaca Al-Qur&#8217;an dan bentuk-bentuk ibadah lainnya sampai kepada mayyit, baik dari anak-anaknya ataupun dari selain mereka?</strong><span id="more-42"></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoBodyTextIndent" align="justify">Berikut ini kutipan Fatwa Ulama mengenai jawaban terhadap pertanyaan diatas.</p>
<p>Sepanjang yang kami ketahui, bahwa berdasarkan riwayat yang shahih, Rasululloh <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tidak pernah membaca Al-Qur&#8217;an dan menghadiahkan pahalanya kepada para mayyit baik mereka itu dari kerabat-kerabatnya ataupun selain mereka. Andaikata pahalanya sampai kepada mereka tentu beliau akan selalu konsisten melakukannya dan menjelaskannya kepada umatnya agar mereka dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi mayyit-mayyit mereka sebab sesungguhnya beliau <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> adalah orang yang sangat kasih dan sayang terhadap orang-orang yang beriman.</p>
<p>Para al-Khulafaur Rasyidun dan seluruh shahabat <em>radhiallahu &#8216;anhum </em>yang hidup setelah beliau tetap mengikuti petunjuk beliau dalam masalah ini. Kami tidak mengetahui (berdasarkan literatur-literatur yang dibaca-penj) bahwa ada salah seorang dari mereka menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur&#8217;an kepada orang lain (mayyit). Sungguh kebaikan dari seluruh kebaikan adalah dengan cara mengikuti petunjuk beliau <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan petunjuk para al-Khulaur Rasyidun dan seluruh shahabat <em>radhiallahu &#8216;anhum </em>sesudah beliau, sedangkan kejelekan dari seluruh kejelekan adalah dengan cara mengikuti perkara-perkara yang tidak pernah ada tuntunannya dan urusan-urusan yang mengada-ada dalam agama sebab Rasululloh <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> telah memperingatkan hal tersebut dengan sabdanya, yang artinya: <em>&#8220;Berhati-hatilah terhadap urusan-urusan yang mengada-ada dalam agama, karena sesungguhnya setiap urusan yang mengada-ada (dalam agama tersebut) adalah bid&#8217;ah dan setiap bid&#8217;ah adalah sesat&#8221;.</p>
<p></em>Dan sabda beliau yang lain, yang artinya: <em>&#8220;Barangsiapa yang berbuat sesuatu yang baru (mengada-ada) dalam urusan kami ini (agama); sesuatu yang bukan berasal darinya maka hal itu adalah ditolak&#8221;.</p>
<p></em>Maka berdasarkan hadits-hadits tersebut, <strong>tidak boleh membaca Al-Qur&#8217;an untuk mayyit dan tidak sampai pahala bacaannya kepada mereka bahkan hal itu termasuk bid&#8217;ah</strong>. Adapun mengenai bentuk ibadah-ibadah yang lain, maka bila ada diantaranya yang berdasarkan kepada dalil yang shahih bahwa pahalanya sampai kepada mayyit maka wajib menerimanya seperti bersedekah untuknya (mayyit), mendoakannya dan menghajikannya. Sedangkan bila (diantaranya) tidak berdasarkan kepada dalil yang shahih maka hal itu tidak masyru&#8217; (disyari&#8217;atkan) hingga ada dalil yang membolehkan/mensyari&#8217;atkannya.</p>
<p>Maka berdasarkan hal ini (ditegaskan lagi) bahwa tidak boleh membaca Al-Qur&#8217;an buat mayyit dan tidak sampai pahala bacaannya kepada mereka menurut pendapat ulama yang paling shahih dari dua pendapat yang ada, bahkan hal itu termasuk bid&#8217;ah. <em>Wabillâhit taufiq. Washallallâhu &#8216;ala nabiyyina Muhammad wa âlihi washahbihi wasallam.</p>
<p></em>(Sumber Rujukan: <em>Fatawa al-Lajnah ad-Dâimah lil Buhuts al-&#8217;Ilmiyyah wal Ifta&#8217;</em>, IX/ 42-44, no. 2232)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=42&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/24/menghadiahkan-bacaan-al-quran-kepada-orang-mati-mayyit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersuci Dari Air Kencing Bayi</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/23/bersuci-dari-air-kencing-bayi/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/23/bersuci-dari-air-kencing-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2007 22:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/23/bersuci-dari-air-kencing-bayi/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Ketika seorang wanita melahirkan bayi laki-laki ataupun perempuan, selama dalam asuhannya bayi itu selalu bersamanya dan tidak pernah berpisah, hingga terkadang pakaiannya terkena air kencing sang bayi. Apakah yang harus ia lakukan pada saat itu, dan apakah ada perbedaan hukum pada air kencing bayi laki-laki dengan bayi perempuan dari sejak kelahiran hingga berumur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=41&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Ketika seorang wanita melahirkan bayi laki-laki ataupun perempuan, selama dalam asuhannya bayi itu selalu bersamanya dan tidak pernah berpisah, hingga terkadang pakaiannya terkena air kencing sang bayi. Apakah yang harus ia lakukan pada saat itu, dan apakah ada perbedaan hukum pada air kencing bayi laki-laki dengan bayi perempuan dari sejak kelahiran hingga berumur dua tahun atau lebih? Inti pertanyaan ini adalah tentang bersuci dan shalat serta tentang kerepotan untuk mengganti pakaian setiap waktu.<span id="more-41"></span></p>
<p align="justify">Solusinya adalah cukup memercikkan air pada pakaian yang terkena air kencing bayi laki-laki jika ia belum mengkonsumsi makanan, jika bayi lelaki itu telah mengkonsumsi makanan, maka pakaian yang terkena air kencing itu harus dicuci, sedangkan jika bayi itu adalah perempuan, maka pakaian yang terkena air kencingnya harus dicuci baik dia sudah mengkonsumsi makanan ataupun belum. Ketetapan ini bersumber dari hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud dan lain-lainnya, sedangkan lafazhnya adalah dari Abu Daud.</p>
<p>Abu Daud telah mengeluarkan hadits ini dalam kitab sunan-nya dengan sanadnya dari Ummu Qubais bintu Muhshan:<em> &#8220;Bahwa ia bersama bayi laki-lakinya yang belum mengkonsumsi makanan datang kepada Rasululloh Shalallahu &#8216;Alaihi wa sallam kemudian Rasululloh Shallallahu alaihi wa sallam mendudukkan bayi itu didalam pangkuannya, lalu bayi itu kencing pada pakaian beliau, maka Rasululloh Shallallahu alaihi wa sallam meminta diambilkan air lalu memercikkan pakaian itu dengan air tanpa mencucinya&#8221;. </em></p>
<p>Dikeluarkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah dari Rasululloh <em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus dicuci, sedangkan pakaian yang terkena kencing bayi laki-laki cukup dipercik dengan air.&#8221;</p>
<p></em>Dalam riwayat lain menurut Abu Daud, yang artinya: <em>&#8220;Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus dicuci, sedangkan pakaian yang terkena air kencing bayi laki-laki maka diperciki dengan air jika belum mengkonsumsi makanan.&#8221;</p>
<p>(</em>Sumber Rujukan: <em>Al-Fatawa Al-Jami&#8217;ah Lil Mar&#8217;atil Muslimah</em>, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=41&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/23/bersuci-dari-air-kencing-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meminta Kesembuhan dari Air Logam &amp; Menyembelih Kambing</title>
		<link>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/23/meminta-kesembuhan-dari-air-logam-menyembelih-kambing-2/</link>
		<comments>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/23/meminta-kesembuhan-dari-air-logam-menyembelih-kambing-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2007 22:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatawa.wordpress.com/2007/06/23/meminta-kesembuhan-dari-air-logam-menyembelih-kambing-2/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Di selatan Yordania terdapat &#8220;air logam&#8221; yang dikenal sebagai &#8220;sumur Sulaiman bin Dawud&#8221;. Banyak orang yang pergi ke sana untuk mandi dan meminta kesembuhan dengan membawa kambing lalu disembelih di tempat itu ketika sampai. Apa hukum menyembelih hewan seperti itu? Al-Hamdulillah. Apabila air itu secara alami memang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=40&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span>Di selatan Yordania terdapat &#8220;air logam&#8221; yang dikenal sebagai &#8220;sumur Sulaiman bin Dawud&#8221;. Banyak orang yang pergi ke sana untuk mandi dan meminta kesembuhan dengan membawa kambing lalu disembelih di tempat itu ketika sampai. Apa hukum menyembelih hewan seperti itu?</span></p>
<p align="justify"><span class="datasimp">Al-Hamdulillah. Apabila air itu secara alami memang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, maka tidaklah mengapa. Karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>menjadikan sebagaian jenis air berguna menyembuhkan beberapa jenis penyakit. <strong>Yakni apabila hal itu diketahui melalui penelitian, bahwa air itu ternyata berkhasiat bagi orang punya beberapa penyakit tertentu, seperti rematik dan yang lainnya. Boleh-boleh saja.</strong> </span><span id="more-40"></span><span class="datasimp">Adapun sembelihan tersebut, haruslah dirinci: Kalau hewan-hewan tersebut disembelih karena kebutuhan mereka untuk makan dan sejenisnya, atau karena mereka adalah para menerima banyak tamu, maka tidaklah mengapa. Tapi kalau karena tujuan lain, seperti untuk mendekatkan diri kepada air tersebut, kepada jin atau kepada arwah para nabi, atau berbagai keyakinan rusak lainnya, maka itu tidak boleh. Karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman kepada Nabi-Nya, yang artinya: <em>&#8220;Katakanlah:&#8221;Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupki dan matiku hanyalah untuk Alloh, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya;dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh)&#8221;. </em>(QS: Al-An&#8217;aam: 162-163)</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>juga berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Sungguh Kami telah mengaruniai kepadamu karunia yang besar (Al-Kautsar). Maka shalat dan menyembelihlah untuk Rabb-mu.&#8221;</em> (QS: Al-Kautsar: 1)</p>
<p>Menyembelih dan ibadah kurban harus ditujukan kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>semata. Demikian juga dengan berbagai bentuk ibadah lainnya. Tidak dibolehkan menyimpangkan salah satupun dari bentuk ibadah kepada selain Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, berdasarkan firman-Nya, yang artinya: <em>&#8220;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan keta&#8217;atan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.</em> (QS: Al-Bayyinah: 5)</p>
<p>Demikian juga dengan firman-Nya, yang artinya: <em>&#8220;Maka sembahlah Alloh dengan memurnikan keta&#8217;atan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik). &#8221; </em>(QS: Az-Zumar: 2-3)</p>
<p>Demikian juga berdasarkan ayat-ayat terdahulu dan yang senada dengannya, di samping juga sabda Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, yang artinya: <em>&#8220;Alloh melaknat orang yang menyembelih untuk selain Alloh.&#8221; </em>(Dikeluarkan oleh Muslim dari hadits Ali <em>Radhiallahu &#8216;anhu</em>).</p>
<p>Maka seseorang tidak boleh menyembelih untuk jin Fulan atau bintang dan benda langit Fulan, atau air Fulan, atau Nabi Fulan, atau untuk siapapun juga, termasuk kepada berhala-berhala. Karena mendekatkan diri itu hanya kepada Alloh, dengan sembelihan dan shalat serta seluruh jenis ibadah lainnya. Berdasarkan firman Alloh, yang artinya: <em>&#8220;Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan..&#8221; </em>(QS: Al-Fatihah: 5)</p>
<p>Dan beberapa ayat tersebut di atas:</p>
<p><em>&#8220;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan keta&#8217;atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.</em> (QS: Al-Bayyinah: 5)</p>
<p><em>&#8220;Maka sembahlah Alloh dengan memurnikan keta&#8217;atan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). &#8220;</em> (QS: Az-Zumar: 2-3)</p>
<p>dan ayat-ayat lainnya.</p>
<p>Menyembelih termasuk ibadah terpenting dan cara mendekatkan diri kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>yang paling mulia, sehingga harus ikhlas dilakukan hanya kepada-Nya berdasarkan ayat-ayat tersebut dan sabda Rasululloh <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>terdahulu.</p>
<p>(Sumber Rujukan: </span><span class="tslink">Kitab Majmu&#8217; Al-Fatawa wal Maqalat Al-Mutanawwi&#8217;ah oleh Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz -Rahimahullah- VIII : 324)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatawa.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatawa.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatawa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatawa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatawa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatawa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fatawa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fatawa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fatawa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fatawa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatawa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatawa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatawa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatawa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatawa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatawa.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatawa.wordpress.com&amp;blog=1256727&amp;post=40&amp;subd=fatawa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatawa.wordpress.com/2007/06/23/meminta-kesembuhan-dari-air-logam-menyembelih-kambing-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
